GERTAM CSR, Lahan Cetak Sawah Rakyat Dipacu Menjadi Lahan Produktif
Sigi, 2 April 2026 – Upaya percepatan tanam dalam program Cetak Sawah Rakyat (CSR) terus digencarkan melalui gerakan tanam yang dilaksanakan di Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Kegiatan ini berlokasi di Kelompok Tani Bironggoloe, yang mulai menanam padi varietas Inpari 32 menggunakan sistem tabela (tanam benih langsung) sebagai strategi meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat pemanfaatan lahan.
Gerakan tanam ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Tenaga Ahli Menteri bidang kerja sama sektor pertanian, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Tengah, Kepala Bidang PSP Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Katimker Pengelolaan Penyuluhan Kabupaten Sigi, perwakilan penyuluh, serta anggota Kelompok Tani Bironggoloe.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Dr. Muh. Amin, S.Pi., M.Si., dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh lahan CSR harus segera ditanami tanpa pengecualian. Ia menyampaikan bahwa percepatan tanam menjadi kunci agar program CSR tidak hanya berhenti pada tahap pembangunan lahan, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pangan. “Percepatan tanam adalah langkah strategis agar lahan yang sudah dicetak bisa segera produktif dan memberikan hasil bagi petani,” ujarnya.
Penegasan tersebut diperkuat oleh Tenaga Ahli Menteri (TAM) bidang kerja sama sektor pertanian, Prof. Ir. Moh. Arsyad, SP., M.Si., Ph.D. Ia menekankan bahwa pelaksanaan program CSR harus berjalan sesuai mekanisme, mulai dari pengolahan lahan hingga tahap penanaman. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran penyuluh dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendukung percepatan tanam.
Menurutnya, di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, langkah mitigasi seperti pencarian sumber air menjadi sangat penting untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, SP., M.Si., menyatakan kesiapan pihaknya dalam memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program di lapangan. Ia menekankan bahwa peningkatan koordinasi menjadi faktor utama dalam menyelesaikan berbagai kendala secara cepat dan tepat. “Koordinasi yang baik antara penyuluh dan dinas terkait sangat diperlukan, termasuk dalam pengawalan kegiatan serta percepatan penyusunan CPCL untuk mendukung percepatan tanam,” jelasnya.
Gerakan tanam ini menjadi wujud nyata komitmen bersama antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam memastikan setiap lahan CSR dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan langkah cepat, strategi yang tepat, serta sinergi yang kuat, percepatan tanam diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tengah.Program ini sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional, khususnya melalui optimalisasi lahan pertanian baru yang produktif dan berkelanjutan.